Cerita · Inspirasi

Tunanetra dan Jalur Kuning

Beberapa saat lagi KRL akan tiba di Stasiun Juanda. Saya pun menutup buku, menandai halaman terakhir dan bersiap untuk turun. Di lain sisi, seorang bapak bangkit dari tempat duduk prioritas sambil memanjangkan tongkatnya. Paham dengan kondisi si bapak, saya pun memegang tangannya dan bertanya.

“Bapak mau ke mana?”

“Mau ke Katedral mas. Ada acara pertemuan tunanetra”.

Sontak saya pun diam berpikir. Si bapak sendirian naik KRL dari Bekasi dengan kondisi seperti itu, bagaimana dia bisa??? ما شاء الله. Dan jarak dari Stasiun Juanda ke Katedral sekitar 700 m. Terlintas niat menuntunnya sampai Gereja Katedral.

Si bapak tidak ragu ketika turun dari kereta. Padahal antara kereta dengan peron ada jarak yang bisa saja membahayakan.

“Ke kanan atau kiri?”, tanyanya.

“Ke kanan pak.”

“Masnya mau kemana?”, sembari kami menulusuri peron menuju tangga.

“Mau ke kampus pak.”

“Oh kuliah di mana?”

“Di Trisakti pak.”

“Bukannya Trisakti jauh dari sini. Kan ada tuh stasiun deket Trisakti.”

“Stasiun Duri pak. Tapi saya harus transit di Manggarai dulu. Kalau di sini kan langsung dari Bekasi. Yaah biarpun naik ojek lagi tapi cepat.”

Dalam hati, si bapak kok bisa paham dengan jarak ini itu. Turun tangga pun si bapak tidak mau dituntun. Di lantai berikutnya saya berniat menuntunnya, tapi si bapak menolak.

“Udah mas udah. Di sini udah ada jalur saya kok. Terima kasih yah.”

Dan saya baru sadar, ternyata jalur kuning dengan garis timbul di stasiun gunanya untuk menuntun penyandang tunanetra. Kok saya gak nyadar yah padahal udah sering banget ngeliat 🤔.

img_4477-1
Jalur Kuning untuk Tunanetra di Stasiun Juanda

Tidak lama kemudian si bapak disamperin temannya sesama difabel yang sepertinya bukan tunanetra. Melihat si bapak dituntun temannya, saya pun merasa lega dan bergegas menuju titik pick up Uber.

Betapa besarnya nikmat Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berupa penglihatan sampai saat ini. الحمد لله. Semakin mengingatkan saya akan selalu bersyukur atas nikmat ini dengan memanfaatkan penglihatan sebagaimana Allah berfirman:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.  An-Nur: 30

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s