Cerita · Industri · Otomotif

Di Balik Murahnya Produk Cina

Pernah gak kepikiran, kenapa Cina bisa membuat produk dengan harga yang murah? Okelah, mungkin semua sependapat kalo kualitaslah yang menentukannya. Tapi gak semua produk Cina berkualitas di bawah rata-rata loh. Artinya mereka bisa cost down tanpa memainkan kualitasnya.

Sebenarnya banyak faktor sih, tapi yang jadi sorotan saya di sini adalah bagaimana Cina menekan biaya transportasinya. Salah satu biaya yang sering kali kurang diperhatikan oleh pelaku industri. Continue reading “Di Balik Murahnya Produk Cina”

Cerita

Nyasar ke Makassar


Iron Man akhirnya datang setelah seminggu nyasar ke Makassar.

“Kak maaf yaa ternyata paketannya nyasar kak ke makassar huhu 😦 Hari ini baru mau dikembalikan . Maaf ya kak. Ada karyawan baru kami salah nempel alamat”, kata si jasa printnya menjawab keluhan saya via Line.

Kenapa harus ke Makassar. Ingat Makassar tuh bawaannya rindu pengen pulang😞. Kenapa bukan saya aja yang nyasar ke Makassar, huuuu. Continue reading “Nyasar ke Makassar”

Cerita · Komik

Bertemu dengan Seekor Anjing

Malam itu, saya bersama Nova terlempar jauh ke ujung alam semesta dan di sana kami bertemu dengan seekor anjing golden retriever. Anjing yang menarik lengan Richard itu seolah mengajak bermain, tiba-tiba ngomong, “follow me”. Richard yang tadinya kaget malah jadi penasaran. Perkenalan kami pun berlanjut dengan Cosmo The Spacedog.

Cosmo menjelaskan bahwa kami sedang berada di Knowhere, dimana semua ruang dan waktu saling bertemu, bahkan semua dimensi dari realita yang ada.


Cosmo melanjutkan, “So people come here from all space and time. All species. They come to study, to ….”

“Anjing luu”.

Tiba-tiba seseorang memotong penjelasan Cosmo dengan suara itu dan membuyarkan imajinasi saya yang saat itu sedang membaca komik Nova pada seri Annihilation: Conquest. Saya kira orang itu menyusup ke imajinasi saya.

Tidak cuman saya, beberapa penumpang lain juga spontan melirik ke sumber suara. Wajar, keheningan di gerbong krl jadi pecah karena “anjing” si bapak itu.

“Bego lu yah, gitu aja salah. Anjing lu”, sambil menelpon.

Sejak naik dari stasiun terakhir hingga 5 menit berlalu, si bapak pembawa anjing terus mengumpat. Penampilan bak preman dengan topi newsboy, tidak ketinggalan batu akik di leher dan jarinya, membuat suasana gerbong jadi tidak nyaman. Bukan karena penampilan, tapi karena “anjing”-nya itu loh.

Ternyata ada juga orang seperti ini, dengan pede dan tanpa ragu ngomong kasar di depan umum.

Mengabaikan bapak si pembawa anjing, kami pun berpisah dengan Cosmo. Sebagai hadiah perpisahan atas pertolongannya, Richard melemparkan sebuah hadiah.

“So kind. You are true comrade. Well, goodbye–and good luck.”

Anjing Betina

Dua hari kemudian, kereta benar-benar padat. Untuk berpindah tempat pun sepertinya hal yang susah. Posisi berdiri pun udah gak karuan. Tumpuan bukan di kaki lagi tapi di tangan, bergelantungan.

Seorang ibu yang duduk di sisi kiri, tiba-tiba berdiri dan memecahkan padatnya penumpang. “Misi, misi, misi”. Bermaksud menuju pintu kanan agar mudah keluar.

“Pintu yang akan dibuka adalah pintu sebelah kiri…”, kata si masinis dari pengeras suara.

“Anjiiiing, siapa tadi yang bilangin ke gua kanan”, si ibu itu nyahut. Kesal karena susahnya untuk bisa berpindah sisi saat kereta lagi padat.

Penumpang yang lain serentak istighfar. Si ibu pembawa anjing itu tetap aja dengan emosinya. Spontan saya bilangin, “Bu, kalo gak mau susah yah jangan naik angkutan umum. Naik mobil pribadi aja bu”. Tetap aja gak diperduli πŸ˜‘. Anjingnya terus disebut hingga dia turun.

Minggu ini kok pada hobi bawa anjing yah. Saya pun terkadang spontan bawa anjing sih (Astaghfirullah), tapi itu gak di tempat umum. Setelah itu pun ada rasa sesal. Ini menjadi pembelajaran introspeksi diri saya untuk tidak bicara yang tidak baik.

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.

(Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Cerita

Migrasi Kartu Halo

Kebutuhan paket data (internet) saat ini menjadi kebutuhan primer bagi saya. But I believe I’m not the only one. Semasa di Bandung, kebutuhan paket data saya sangat terpenuhi dengan adanya wifi. Unlimited, 5 Mbps, udara adem nan sejuk, alhasil gravitasi bumi di kasur menjadi 30 m/s^2. Sulit untuk bergerak. Bahkan gravitasi sebesar itu juga mampu menarik beberapa teman untuk ikut nongkrong di kostan. (Miss that moment, really).

Namun sejak pindah ke Bekasi, kekhawatiran muncul akan kebutuhan paket data. Mau pasang wifi, tapi jarang di kontrakan. Rugi dong. Pengennya paket data unlimited dan bisa dibawah kemana mana. Timbang menimbang, pilihannya jatuh ke Kartu Halo. 

Kebetulan ada penawaran menarik dari Telkomsel untuk migrasi pra bayar ke pasca bayar. Nomer Simpati yang saya pake sejak SMP (I guess) ini pun menjadi Kartu Halo. Fix, nomer ini aktif selamanya. Selain karena nomer ini udah lama, kesetiaan saya masih tetap pada provider plat merah ini karena kualitasnya. Walau bagi sebagian orang harganya sedikit mencekik sih. Memang.

Dengan paket HaloFit 125K, tiap bulan saya dibekali 4 GB dan paket nelpon ke sesama Telkomsel 100 menit dan 300 sms. Paket data yang diberikan sebenarnya unlimited. Hanya saja, kecepatan akan jauh menurun, jauh pisan, setelah pemakaian wajar (Fair Usage Policy aka FUP) mencapai 4 GB.

Di era yang serba digital saat ini, 4 GB mah mana cukup. Tapi gak apa apa sih, daripada kuota banyak malah keenakan main hp, ujung ujungnya gak produktif. Walau kecepatan internet menurun, selama masih bisa nge-order ojek online, it’s okay. Yang lebih penting lagi, selama Line masih bisa sampai ke makassar, kecepatan internet mah gak ada artinya 😁.

Tetapi tetap saja ada kekurangan yang sedikit mengecewakan. Setelah kecepatan menurun, ada kalanya saya butuh paket data dengan kecepatan tinggi, biasanya sih karena tugas. Mau gak mau harus beli paket Turbo. Udah mah harganya mahal, kuotanya dikit lagi. Parahnya lagi, setelah kuota Turbo habis, paket data sama sekali gak bisa diakses. Yang awalnya unlimited, malah jadi volume base.

Mau gak mau harus nunggu sampai tanggal tagihan biar semuanya kembali normal. Lain kali, jangan beli paket Turbo kecuali terdesak.